Selasa, 05 Februari 2013

Menentukan Pilihan Hidup

Yap.. Kali ini saya akan menulis artikel tentang cara-cara menentukan pilihan hidup yang sesuai dengan hati dan keinginan kita. Karena beberapa hari yang lalu saya telah melewatinya dan memilih sebuah pilihan hidup yang saya yakini menjadi yang terbaik untuk kehidupan saya ke depan. Memang untuk beberapa orang, menentukan pilihan hidup adalah sesuatu yang sangat sulit untuk di lakukan. Terutama berkaitan dengan keadaan masing-masing orang tersebut. Ada berbagai alasan mengapa seseorang tidak dapat menentukan lajur kehidupannya sendiri. Yang saya bahas kali ini adalah menentukan pilihan hidup, bagaimana kalau seseorang terjebak dalam keadaan yang memungkinkannya untuk tidak memiliki pilihan ? Pada dasarnya piihan itu selalu ada, tinggal bagaimana seeorang itu memandang pilihan tersebut dari sudut mana. Pilihan hidup memang selalu memusingkan kita dan sulit untuk di putuskan. Memilih itu memang tidak mudah. Namun dari pengalaman, saya melihat bahwa dalam menyikapi suatu pilihan, yang berperan justru bukanlah alternatif pilihannya, namun bagaimana mental kita bereaksi terhadap pilihan-pilihan tersebut. Intinya, apapun pilihannya, selama mental kita kuat dan positif maka tidak akan menjadi masalah. Justru, sebagus apapun alternatif pilihan kalau orang yang memilih memiliki mental negatif dan buruk, justru pilihan tersebut akan menjadi tidak tepat. Sebelum menentukan pilihan, tentu ada banyak hal yang harus di siapkan. Terutama berkaitan dengan pilihan apa yang akan kita ambil. pertama kali yang akan kita perhitungkan adalah dari segi SWOT ((strength, weaknesses, opportunities, threats), yaitu keunggulan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Bagaimana kita menganalisa pilihan kita dari segi SWOT tersebut. Apakah keunggulan dari pilihan kita, apa kelemahannya, sebanyak apa peluangnya, dan bagaimana ancaman dari pilihan kita tersebut. Setelah mempertimbangan semuanya dengan matang, Barulah kita dapat mengambil kesimpulan terbaik dalam memilih pilihan kita. Untuk menentukan pilihan, kita juga perlu berdiskusi dengan berbagai pihak yang ada di sekitar kita. Seperti orang tua, sahabat, rekan kerja, da saudara kita. Dengan berdiskusi kepada mereka, kita menjadi tahu alternatif pilihan kita sesuai dengan sudut pandang mereka. Terkadang mereka akan mengingatkan sesuatu yang belum sempat terpikirkan oleh kita sendiri sehingga akan menjadi tambahan dalam pertimbangan pilihan tersebut. Jadi tidak ada salahnya menambahkan masukan dan mempertimbangkan analisa dari sudut pandang mereka. Untuk menentukan pilihan tentunya kita tidak boleh lupa dengan kodrat kita sebagai manusia ciptaan Tuhan. Bagaimanapun usaha kita, dan seberat apapun usaha yang kita lakukan harus di sokong juga dengan Doa kepada sang Pencipta agar segala sesuatu yang kita usahakan selalu berjalan dengan baik. Sholat Istikharah minimal 3 kali seari insya Allah doa kita terhadap pilihan tersebut akan terjawab. Baik, sekarang saatnya menentukan pilihan. Satu tips dari saya yang mungkin berguna adalah kita bisa memulai dengan membuat kontrak diri. Apa itu kontrak diri? Kita buat perjanjian dengan diri kita sendiri bahwa apapun pilihan yang kita pilih tidak akan pernah membuat kita menyesal di kemudian hari. Menyesal hanyalah akan mengurangi produktivitas hidup. Saya mendapat nasihat ini dari seorang kakak senior yang sekarang sudah sukses. “Hidup itu adalah pilihan, dan pastikan ketika kita sudah memilih tidak terucap satu kata menyesal pun dari mulut dan hati kita. “Mengundurkan diri dari sebuah pilihan adalah sebuah contoh yang buruk.” Hal ini saya dapatkan ketika bergaul dengan orang-orang dan pengusaha yang luar biasa, bahwa hidup mereka juga seringkali diliputi dengan pilihan yang berat, tetapi mereka memiliki prinsip, “apa yang sudah kita pilih, maka perjuangkanlah sampai selesai.” Trimakasih telah membaca artikel ini. Semoga menjadi referensi untuk menjadi lebih baik dan sukses selalu. ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar